ANEKSASI TEPI BARAT ISRAEL

Ringkasan

Ruang Lingkup

Aneksasi atau penggabungan atau pencaplokan adalah memasukkan suatu wilayah tertentu ke dalam unit politik yang sudah ada, seperti negara, negara bagian atau kota. Aneksasi juga berarti penggabungan dua hal, biasanya hal yang lebih kecil melekat pada sesuatu yang lebih besar. Sejumlah negara memperluas kekuasaan politik mereka melalui aneksasi historis, meskipun PBB tidak lagi mengakui aneksasi sebagai alat politik yang sah. Aneksasi tidak seperti penyerahan (wilayah diberikan atau dijual melalui perjanjian (cession)). Aneksasi merupakan tindakan sepihak yang dilegitimasi oleh pengakuan umum.

Aneksasi sering didahului oleh pendudukan militer dan penaklukan wilayah. Akan tetapi, tidak semua pendudukan militer diakhiri dengan aneksasi. Misalnya pada saat sekutu Jerman menghentikan permusuhan dalam Perang Dunia II. Penghentian permusuhan tersebut tidak diikuti oleh aneksasi. Ketika pendudukan militer diikuti oleh aneksasi, negara akan mengumumkan hal tersebut dan menyatakan bahwa negara yang dianeksasi akan dipertahankan pada masa depan. Hal ini dilakukan oleh Israel saat melakukan aneksasi terhadap Dataran Tinggi Golan pada tahun 1981.

 

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Aneksasi

 

Sekilas tentang Aneksasi Tepi Barat

Aneksasi adalah istilah yang digunakan ketika suatu negara secara sepihak menggabungkan wilayah lain dalam perbatasannya. Menganeksasi Lembah Yordan berarti Israel akan secara resmi menganggapnya bagian dari negaranya."Hukum internasional sangat jelas: Penambahan dan penaklukan wilayah dilarang oleh Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata Michael Lynk, pakar independen PBB tentang hak asasi manusia di wilayah Palestina, seperti dikutip dari Al Jazeera, 29 Juni 2020.Tepi Barat dipandang sebagai wilayah pendudukan di bawah hukum internasional, membuat semua permukiman Yahudi di sana, atau rencana aneksasi, akan dianggap ilegal.AS telah menolak konsensus bahwa permukiman Israel di tanah Palestina adalah ilegal."Keputusan tentang Israel yang memperluas kedaulatan ke tempat-tempat itu adalah keputusan yang harus dibuat oleh orang Israel," kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pekan lalu.

 

Apa reaksi internasional?

PBB dan Uni Eropa mengatakan rencana itu mengancam kemungkinan mencapai kesepakatan damai dalam konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung lama. Negara-negara Arab juga telah memperingatkan bahwa aneksasi yang direncanakan dapat mempengaruhi keamanan di wilayah tersebut.

 

Apa konsekuensi bagi Palestina?

Aneksasi Israel yang direncanakan akan membuat orang-orang Palestina kehilangan tanah pertanian dan sumber daya air, terutama di wilayah Lembah Yordan. Aneksasi juga akan secara efektif mematikan solusi dua negara untuk konflik Arab-Israel yang didasarkan pada gagasan tanah untuk perdamaian.Tetapi banyak orang Palestina akan berpendapat bahwa aneksasi hanyalah formalitas untuk apa yang telah terjadi di tanah di Tepi Barat yang diduduki selama bertahun-tahun.

Peningkatan pembangunan permukiman selama beberapa tahun terakhir, bersamaan dengan jalan khusus permukiman Yahudi yang menghubungkan dengan Israel, telah memecah kota dan desa Palestina yang kini menjadi kantong-kantong yang saling terpecah.

 

Bagaimana reaksi kepemimpinan Palestina?

Mohammad Shtayyeh, perdana menteri Otoritas Palestina (PA), menyebut rencana aneksasi sebagai ancaman eksistensial dan mengatakan Palestina akan merespons dengan tindakan mereka sendiri.

Pada Mei 2019, PA mengatakan akan membatalkan semua perjanjian bilateral dengan Israel dan AS.Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki memperingatkan bahwa pencaplokan akan menjadi kejahatan dan berdampak langsung. Pemerintah Hamas yang bermarkas di Gaza menyerukan persatuan di antara warga Palestina dan aksi perlawanan populer terhadap rencana Israel untuk mencaplok bagian-bagian Tepi Barat yang diduduki. Sayap perlawanan Hamas mengatakan aneksasi berarti deklarasi perang Israel terhadap Palestina.

 

Risiko aneksasi Tepi Barat bagi Israel

Aneksasi Tepi Barat akan membuat wilayah pendudukan Israel semakin luas, tetapi bukan berarti Israel menjadi lebih aman.Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbad mengancam akan membubarkan Otoritas Palestina jika Israel bergerak maju.Mahmoud Abbas juga mengatakan pasukan keamanan PA akan menyerahkan semua senjatanya ke militer Israel (IDF) jika Israel bergerak maju dengan rencana aneksasi Tepi Barat dan Lembah Yordan. Abbas mengatakan senjata akan dikirim pasukan keamanan PA ke Markas IDF di Yudea dan Samaria dekat Bet El, dan semua tanggung jawab untuk keamanan di wilayah tersebut akan diserahkan ke Israel, menurut Kan 11 News pada Sabtu malam.Ynetnews, mengutip sumber pemerintahan Palestina, mengatakan bahwa PA telah menyiapkan berbagai skenario mengenai potensi kejatuhan dari aneksasi Israel.Menurut skenario, pencaplokan akan memicu peningkatan penembakan, penikaman dan serangan lain terhadap target Israel terutama di seluruh Garis Hijau dan bukan di Tepi Barat.

Para pejabat Palestina yang melihat skenario ini mengatakan ada asumsi bahwa Hamas atau Jihad Islam akan mencoba melakukan pengeboman bunuh diri sebagai pembalasan atas aneksasi Tepi Barat."Ini akan menjadi skenario di mana orang tidak akan lagi peduli apakah mereka hidup atau mati, dan karena itu beberapa akan lebih memilih untuk mati sebagai syahid (dalam serangan bunuh diri)," kata sumber PA.Sumber menekankan bahwa PA akan melonggarkan keamanan secara signifikan setelah aneksasi Tepi Barat diumumkan. Times of Israel melaporkan Amerika Serikat belum merestui aneksasi karena bisa menjauhkan Palestina dari negosiasi perdamaian.Ada juga kekhawatiran perlawanan Yordania yang memiliki perjanjian damai dengan Israel jika aneksasi Tepi Barat tetap dilakukan.

 

Sumber: https://dunia.tempo.co/read/1359310/fakta-dan-konsekuensi-aneksasi-tepi-barat-oleh-israel/full&view=ok

Aneksasi Israel Dikhawatirkan Picu Perang Terbuka



DPR Dukung Pemerintah Tolak Keras Rencana Aneksasi Palestina dari Israel


Tolak Aneksasi Israel, BKSAP Galang Dukungan Parlemen Berbagai Negara

Eskalasi Kekerasan Israel dan Palestina: Kompleksitas Masalah dan Respons Indonesia

Faktor-Faktor Bantuan Luar Negeri Israel pada Masa Pemerintahan Benjamin Netanyahu terhadap Minoritas Druze di Suriah

Kebijakan Okupasi Israel dan Kegagalan Proses Perdamaian Israel-Palestina






Western Interest dalam Proses Perkembangan Negara Israel (1917-1948) sebagai Akar Utama Konflik Palestina Israel

Aspek-Aspek Negara dalam Hukum Internasional

Dahsyatnya Lobi Israel: Bagaimana Suatu Kelompok Kepentingan Di AS Menciptakan Kekacauan Di Timur Tengah, Merusak Israel Itu Sendiri, dan Mengancam Perdamaian Dunia



Hukum Internasional: Pengertian Peranan dan Fungsi dalam Era Dinamika Global


Hukum Perjanjian Internasional: Pengertian, Status Hukum dan Ratifikasi

Indonesia Timur Tengah Masalah dan Prospek



Konflik dan Diplomasi Di Timur Tengah


Perbatasan Negara dalam Dimensi Hukum Internasional

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1982 tentang Pengesahan Konvensi Wina Mengenai Hubungan Diplomatik Beserta Protokol Opsionalnya Mengenai Hal Memperoleh Kewarganegaraan (Vienna Convention on Diplomatic Relations and Optional Protocol to the Vienna Convention on Diplomatic Relations Concerning Acquisition of Nationality, 1961) dan Pengesahan Konvensi Wina Mengenai Hubungan Konsuler Beserta Protokol Opsionalnya Mengenai Hal Memperoleh Kewarganegaraan (Vienna Convention on Consular Relations and Optional Protocol to the Vienna Convention on Consular Relations Concerning Acquisition Of Nationality, 1963)

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1982 tentang Pengesahan Konvensi Mengenai Misi Khusus (Convention on Special Missions, New York 1969)

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri

Aneksasi dan ”Sandyakalaning” Palestina

Aneksasi Tepi Barat, Kesalahan Sejarah

BKSAP DPR Minta Negara Muslim Bersatu: Proposal Trump Ancaman Bagi Palestina Merdeka




ISRAEL-PALESTINA. Rencana Aneksasi Israel Mengancam Akses Warga Palestina ke Laut Mati


KONFLIK PALESTINA-ISRAEL. PBB Desak Israel Batalkan Rencana Aneksasi Wilayah Tepi Barat

Maksimalkan Posisi Presiden DK PBB untuk Selamatkan Rakyat Palestina

Soal Perdamaian Israel-Palestina, Fadli Ajak Negara OKI Tolak Proposal Trump


TIMUR TENGAH. Indonesia Dorong OKI Solid Tolak Aneksasi Israel atas Wilayah Palestina

TIMUR TENGAH. Indonesia Motori Resolusi DK PBB Tolak Aneksasi Israel atas Tanah Palestina

TIMUR TENGAH. Komisi I DPR RI Kecam Aneksasi Israel di Tepi Barat

TIMUR TENGAH. Pejabat AS Terpecah soal Rencana Israel Aneksasi Tepi Barat

Hak Cipta © 2020
Bidang Sistem Informasi dan Infrastruktur Teknologi Informasi - Pusat Teknologi Informasi - Sekretariat Jenderal DPR RI | Design by W3layouts